Sabtu, 22 September 2012

PRINSIP – PRINSIP MANAJEMEN BK DAN ASAS – ASAS MANAJEMEN BK


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Dalam pelayanan Bimbingan dan Konseling di sekolah diperlukan adanya manajemen Bimbingan dan Konseling agar proses pelayanan dapat berjalan sesuai dengan tujuan dan berjalan dengan optimal.
Dari sudut pandang BK sebagai profesi bantuan (helping profession) layanan BK harus didukung oleh personil yang memiliki kualitas professional tinggi sehingga akan dapat memberikan pelayanan professional yang berkulitas, akurat, dan dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan semua pihak yang berkepentingan (stakeholders). Optimalisasi sumber daya berkenaan dengan pemberdayaan sekolah dalam pelaksanaan BK merupakan alternatif yang paling tepat untuk mewujudkan sekolah mandiri dan memiliki keunggulan tinggi. Untuk mencapai sebuah tujuan, dalam pelaksanaannya seorang konselor  sekolah harus mampu mengetahui prinsip dan asas dalam pelayanan manajemen Bimbingan dan Konseling khususnya di sekolah.
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang prinsip – prinsip dan juga asas – asas yang melatar belakangi adanya manajemen Bimbingan dan Konseling.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa prinsip – prinsip Manajemen Bimbingan dan Konseling?
2.      Apa asas – asas Manajemen Bimbingan dan Konseling?

BAB II
LANDASAN TEORI

A.    KAJIAN TEORI
1.         Pengertian Manajemen
Menurut definisinya manajemen adalah suatu proses dimana pelaksanaan suatu tujuan tertentu dilaksanakan dan diawasi. Menurut G.R Terry, pengertian manajemen yaitu pencapaian tujuan yang telah ditentukan terlebih dahulu dengan melalui kegiatan orang lain. Menurutnya, Manajemen merupakan sebuah proses yang khas, yang terdiri dari tindakan-tindakan: Perencanaan, Pengorganisasian, Penggiatan dan Pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya. Pengertian lain manajemen adalah sebuah proses yang dilakukan untuk mewujudkan tujuan organisasi melalui serangkaian kegiatan berupa perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian orang-orang serta sumber daya organisasi lainnya. Pada intinya, manajemen merupakan serangkaian pengaturan atau pengorganisasian untuk mencapai suatu tujuan tertentu.

2.    Pengertian Manajemen Bimbingan dan Konseling
Manajemen bimbingan dan konseling adalah proses kerjasama yang didalamnya ada perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan  pengawasan untuk mencapai tujuan bimbingan dan konseling itu sendiri dalam pemberian layanan kepada individu yang membutuhkan.
 
BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Dalam pelaksanaan pelayanan Bimbingan dan Konseling kita tak bisa lepas dari manajemen pelaksanaannya. Dengan adanya manajemen pelaksanaan Bimbingan dan Konseling, pekerjaan konselor dalam mencari data dan informasi konseli akan lebih terbantu.
Dalam manajemen pelaksanaan Bimbingan dan Konseling terdapat prinsip – prinsip diantaranya, perencanaan (planning), Pengorganisasian (Organization), Penyusunan personalia (staffing), Pengarahan dan kepempinan (leading) serta Pengawasan (controlling).
Asas – asas yang perlu dijunjung dalam pelaksanaan Bimbingan dan Konseling adalah Asas Kerahasiaan, Asas kesukarelaan, Asas keterbukaan, Asas kegiatan, Asas kemandirian, Asas Kekinian, Asas Kedinamisan, Asas Keterpaduan, Asas Keharmonisan, Asas Keahlian, Asas Alih Tangan Kasus.

B.     REKOMENDASI
Dalam praktik pelayanan Manajemen Bimbingan dan Konseling, sebaiknya para konselor menerapkan prinsip – prinsip dan asas – asas Manajemen Bimbingan dan Konseling agar dalam pelayanannya nanti bisa berjalan sesuai dengan tujuan dan brjalan dengan optimal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar