Sabtu, 22 September 2012

Tes EPPS


BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Meskipun istilah kepribadian kadang kala di gunakan dalam pengertian lebih luas, dalam terminologi sikometri konfensional tes-tes kepribadian adalah instrumen untuk mengukur ciri-ciri emosi, motivasi, antar pribadi dan sikap yang dibedakan dari kemampuan.
Meskipun sejumlah tes kepribadian digunakan sebagai instrumen penyaringan kelompok, kerbanyakan diterapkan dalam lingkungan klinis dan konseling. Dalam keadaan yang berkembang dewasa ini kebanyakan tes kepribadian seharusnya dipandang sebagai bantuan dalam penafsiran individu atau sebagai instrumen risert.
Dalam makalah ini kelompok kami mencoba membahas tentang salah satu tes kepribadian EPPS (Edwards Personal Preference Schedule).

B.     RUMUSAN MASALAH

1.      Apa pengertian tes EPPS ?
2.      Sejarah alat tes EPPS ?
3.      Aspek apa yang dapat diungkap dengan alat tes EPPS ?
4.      Bagaimana cara menggunakan alat tes EPPS ?
5.      Bagaimana cara memberikan penilaian / skoring pada alat tes EPPS?
6.      Bagaimana tips – tips cara menggunakan alat tes EPPS ?
7.      Apa kekurangan dari alat tes EPPS?

BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN ALAT TES EPPS

Tes Edwards Personal Preference Schedule (EPPS) adalah tes kepribadian yang diturunkan dari teori H.A.Murray yang mengukur tingkat individu dalam 15 kebutuhan dan motivasi umum.
Dalam tes EPPS ini tak ada jawaban yang benar dan jawaban yang salah. Namun hanya merupakan tes yang mengetahui tipe-tipe motivasi, kebutuhan dan kesukaan pribadi. Dalam dunia kerja tes EPPS ini dipergunakan untuk mengetahui karakter masing-masing karyawan ataupun calon karyawan sehingga perusahaan dapat menempatkannya pada bidang yang tepat sehingga kelebihan dan kemampuannya dapat dioptimalkan. Psikotes EPPS ini adalah tes yang tidak memakai gambar, namun memakai sejumlah pertanyaan, sehingga tergolong "Psikotes Kuesioner".

B.     SEJARAH ALAT TES EPPS

The Epps telah diterbitkan untuk jangka waktu yang panjang melalui The Corporation Psikologis, sekarang dikenal sebagai Penilaian Harcourt . Pada tahun 2002 hak penerbitan di seluruh dunia telah dikembalikan ke Harcourt Allen L. Edwards Hidup Trust. Internasional ada terjemahan dalam bahasa Belanda, yang telah diterbitkan di Belanda sampai dengan 2002 secara hukum (oleh Harcourt Publishers Test). Ada juga terjemahan ke dalam bahasa Jepang, diterbitkan pada 1970 oleh Nihon Bunka Kagakusha, Tokyo.
Saat ini hak cipta dipegang oleh Allen L Edwards Trust hidup di seluruh dunia. Untuk wilayah Eropa Epps (termasuk versi Belanda) diterbitkan oleh Dimensi Test.
Alat tes ini tergolong Tes Inventori Kepribadian, dimana kita disuguhi deretan soal dalam satu buku tes EPPS dan diminta untuk memilih suatu pernyataan yang disukai. Saya tidak akan membahas terlalu jauh isi dari tes ini karena keterbatasan kode etik Psikologi

C.    ASPEK – ASPEK DALAM TES EPPS

Dalam pembuatan tes EPPS ini seorang tester harus memperhatikan 15 aspek dalam pengukurannya. Aspek – aspek yang di ukur adalah sebagai berikut :
Variabel
Skor Tinggi
Skor Rendah
Achievement (ach)
Dorongan untuk bertindak lebih baik, tertarik dengan tugas menantang dan rumit.
Dorongan untuk meraih prestasi rendah, cepat menyerah dengan situasi rumit atau menghindar apabila dihadapkan pada situasi kompleks.
Deference (def)
Kecenderungan pribadi mudah terpengaruh oleh orang lain, ketertarikan akan kesuksesan orang lain, banyak tergantung dari orang lain.
Tidak tertarik dengan kesuksesan orang lain, fokus pada diri sendiri, sulit patuh terhadap orang lain dan cenderung melakukan dengan caranya sendiri.
Order (ord)
Kecenderungan memiliki keteraturan yang tinggi, terorganisir, rapi termasuk dalam perencanaan dan aktivitasnya.
Cara kerja atau bertindak cenderung tidak teratur, lebih dikuasai oleh situasi perasaan, kurang terencana dalam bertindak dan sikapnya mudah berubah-ubah.
Exhibition (exh)
Kecenderungan tinggi untuk pamer, menampilkan apa yang dimiliki ke lingkungan sekitar.
Ketidaktertarikan dengan situasi sosial, cenderung tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, acuh terhadap apa yang dialami oleh orang lain.
Autonomy (aut)
Kemudahan pribadi untuk bertindak sesuai keinginan, tidak tergantung dari orang lain.
Ketergantungan tinggi dengan figur lain, harus mencari persetujuan orang lain untuk bertindak, menghindari tindakan yang dapat menjadi perhatian sosial dan cenderung mencari figur perlindungan sebelum bertindak.
Affiliation (aff)
Loyalitas tinggi terhadap situasi sosial, mudah berpartisipasi dan beraktivitas.
Pribadi tertutup, introversi tinggi, sulit bergaul dan tidak senang dengan aktivitas sosial.
Intraception (int)
Mudah untuk berintrospeksi, menilai dan mengevaluasi diri dan perasaannya.
Terlalu mengabaikan perasaan, hampir tidak pernah mengevaluasi setiap tindakan berdasarkan perasaan, sikap lebih didominasi atas dasar logika atau kognitif.
Succorance (suc)
Ketergantungan tinggi terhadap orang lain, mencari support orang lain untuk meyakinkan tindakannya dengan meraih afeksi dan keramahan dari orang lain.
Pribadi yang independen, tidak tergantung dengan situasi sosial, senang dengan aktivitas diri dan mengacuhkan situasi sosial meskipun dirinya menjadi pusat perhatian
Dominance (dom)
Dominasi tinggi terhadap situasi sosial, mudah mengendalikan dan mengarahkan kelompok, termasuk memimpin untuk bertindak sesuai keinginannya.
Pribadi pengikut dalam kelompok, yes-man terhadap otoritas, mudah dikendalikan. Sulit untuk mengatakan tidak terhadap situasi kelompok.
Abasement (aba)
Kecenderungan pribadi mudah merasa bersalah, menyesali diri, layak untuk dihukum akibat tindakannya. Pribadinya mengarah pada inferioritas.
Pribadi yang berpikir positif, tidak terlalu mempedulikan kesalahan yang telah dilakukan, terbuka, mudah memaafkan dan meminta maaf apabila terjadi kesalahan yang telah dilakukannya.
Nurturance (nur)
Pribadi terbuka, mudah membantu orang lain, santun dan mudah bersimpati.
Ketertutupan pribadinya dianggap sebagai individu yang kaku, sulit bersimpati dan mudah berkata kasar.
Change (chg)
Ketertarikan tinggi pada situasi baru, berubah-ubah termasuk dalam tindakannya bekerja berupaya dengan cara baru.
Situasi rutin menjadikan dirinya nyaman, tenang dengan aktivitas harian yang monoton, mementingkan prosedur dan cara kerja berdasarkan kebiasaan.
Endurance (end)
Tanggung jawab tinggi terhadap pekerjaan, menyelesaikan apa yang telah dimulai. Tekun dan tidak mudah jenuh dengan situasi yang dihadapi.
Daya tahan rendah terhadap situasi yang menekan;konflik, ketidakjelasan situasi atau tujuan, mudah menyerah dan cepat jenuh terhadap situasi yang tidak nyaman.
Heterosexuality (het)
Ketertarikan tinggi untuk bergaul dengan lawan jenis, berupaya mendapatkan afeksi dan perhatian terhadap lawan jenis.
Tidak mudah tertarik dengan lawan jenis, tidak terlalu terpengaruh dengan lawan jenis, sulit dipengaruhi oleh figur lawan jenis.
Aggression (agg)
Dorongan agresi tinggi, mudah terpicu dengan konflik dan senang dengan konfrontasi apabila terjadi perbedaan pendapat.
Pribadi tenang, mengandalkan kedamaian, saling menerima, menghindari konflik dan konfrontasi.

D.    CARA MENYAJIKAN TES EPPS

1.       Berikan lembar jawaban pada subjek, kemudian minta subjek untuk mengisi identitas (nama, umur, jenis kelamin, dan tanggal tes)
2.        Bagikan buku soal pada subjek
3.       Penguji memberikan petunjuk kepada Subjek bagaimana cara mengerjakan tes
4.       Penguji menanyakan kembali apakah subjek ada pertanyaan sebelum mengerjakan tes
5.       Sebelum tes berakhir ada baiknya penguji meminta subjek untuk mengecek kembali apakah ada soal yang terlewati.
6.       Pastikan Penguji menyajikan tes sesuai waktu yang ditentukan, untuk Indonesia lebih kurang 60 menit.

Contoh soal EPPS :
1.               Soal pertama :
a.       Saya suka menolong teman - teman saya, bila mereka berada  dalam kesulitan
b.      Saya ingin melakukan pekerjaan apa saja sebaik mungkin.
2.      Soal kedua:
a.       Saya suka memuji orang yang saya kagumi
b.      Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendak.
3.      Soal ketiga:
a.       Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
b.      Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban
Testee diminta untuk memilih salah satu kecenderungan yang menurutnya ada pada diri testee.

  1. PENILAIAN / SKORING ALAT TES EPPS 
                Cara pemberian penilaian dalam tes ini adalah sebagai berikut :
1.      Periksa jangan ada item yang telewat
2.      Buatlah garis merah melalui
a.       No. 1, 7, 13, 19, 25
b.      No. 101, 107, 113, 119, 125
c.       No. 201, 207, 213, 219, 225
3.      Buatlah garis biru melalui
a.       No. 26, 32, 38, 44, 50
b.      No. 51, 57, 63, 69, 75
c.       No. 151, 157, 163, 169, 175

4.      Bila  3 item tdk diisi à hasil tes tidak valid
5.      Disebelah kanan ada kolom bertuliskan :
} n (need)
} r      (raw)
      Dihitung secara horisontal
      Hanya dihitung A yang dilingkari, kecuali A yang terkena garis merah tdk dihitung (baik yg dilingkari atau tdk)
} c      (column)
      Dihitung secara vertikal
      Hanya dihitung B yang dilingkari, kecuali yang terkena garis merah
} s      (sum)
      Jumlah r + c

Cara menghitung konsistensi pada Tes EPPS ini adalah :
1.      Membandingkan jawaban A/B yg kena garis merah dengan jawaban A/B yg kena garis biru
2.      Bila sama dalam kotak di bawah beri tanda Ö bila berbeda tidak diberi tanda apa-apa
      sama à yg kena garis merah A, yg biru juga A
      atau à yg kena garis merah B, yg biru juga B
3.      Jumlahkan kotak yang diberi tanda Ö
4.      Tulis jumlah tanda pada con (consistency)
5.      Maksimal 15 dan Minimal 10

F.     TIPS MENGERJAKAN TES EPPS

1.      Sebelum mengerjakan tes hendaknya melakukan istirahat yang cukup
2.       Cermati betul dan lakukan yang diminta penguji anda
3.      Jangan pernah asal-asalan dalam menjawab soal, karena jawaban anda sangat berpengaruh sekali dengan hasil tes.
4.       Jangan pernah melakukan kebohongan pada saat menjawab soal. Percuma saja anda berbohong karena tes EPPS ini telah disusun sedemikian rupa oleh penyusunnya, korelasi yang tinggi antara keadaan keluar dengan keadaan dalamnya dan menyajikan dua pernyataan yang mengungkapkan trait yang berbeda dalam setiap nomor.
5.      Kerjakan soal dengan rileks, dengan itu anda mampu mengerjakan dengan baik.

G.    KEKURANGAN ALAT TES EPPS

Terdapat beberapa kekurangan / kelemahan dalam alat tes ini diantaranya adalah :
1.      Cara pengskoringnya butuh ketelitian serta kejelian.
2.      Ada kemungkinan orang bosan mengerjakan , karena jumlah item soal yang tidak sedikit.
3.      Ada beberapa pertanyaan yang kadang tidak dapat menggambarkan apa yang dirasakan testee sebenarnya.
4.       Lembar jawaban yang membingungkan
 
BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
            Tes  EPPS merupakan tes kepribadian yang mengukur tingkat kepribadian seseorang. Tes ini dikembangkan menurut teori kepribadian H. A Murray, yang mencangkup 15 kebutuhan yang harus dimiliki manusia. Edward menyiapkan beberapa butir soal sesuai dengan kebutuhan itu. Contoh, kebutuhan prestasi rasa hormat eksibisi, domonasi dan pengasuhan. Tes ini biasanya digunakan orang-orang yang akan memasuki dunia pekerjaan. Terdiri dari 225 item pernyataan, dimana seorang testi harus memilih satu dari dua pernyataan yang sesuai dengan dirinya.

B.        Saran
             Dalam penggunaan alat tes ini terster harus memiliki kecermatan dalam memberikan penilaian. Kadang pernyataan dalam setiap soal tidak sesuai dengan kepribaduan testi, maka dari itu alat tes ini tidak dapat dijadikan sebagai acuan utama dalam memperoleh penilaian kepribadian seseorang biasanya tes ini disertakan dengan tes wawancara.

DAFTAR PUSTAKA

3 komentar: